
Ibu-Ibu Desa Prayungan “SULAP” Pangan Lokal Jadi Tumpeng Estetik
Semangat emansipasi terpancar nyata di Pendopo Gedung PKK Desa Prayungan pada Minggu pagi (26/04/2026). Ratusan perempuan dari berbagai penjuru RT dan RW berkumpul dalam balutan kebaya warna-warni yang anggun untuk memperingati Hari Kartini ke-147.
Namun, untuk tahun ini terasa berbeda dan jauh lebih menantang. Bukan sekadar seremonial, TP PKK Desa Prayungan mengolaborasikan semangat juang Kartini dengan gaya hidup sehat dan kampanye ketahanan pangan melalui aksi senam berkebaya serta Lomba Kreasi Tumpeng Pangan Lokal.

Jika biasanya senam dilakukan dengan pakaian olahraga, kali ini para ibu tetap lincah mengikuti gerakan instruktur (yang biasa dipanggil Mama) meski mengenakan kain kebaya. Peluh yang menetes tak melunturkan semangat justru menambah keakraban antarwarga yang memenuhi area pendopo.
Fokus utama kegiatan beralih ke sesi kompetisi yang menguji kreativitas. Berbeda dari tumpeng pada umumnya, panitia menetapkan aturan ketat dilarang menggunakan beras. Peserta ditantang mengolah karbohidrat alternatif seperti singkong, jagung, ubi kayu dan yang lainnya.
Hasilnya luar biasa. Bahan-bahan yang dulunya dianggap ndeso disulap menjadi sajian kelas atas dengan hiasan yang estetik dan menggugah selera.
Kreativitas yang ditampilkan membuktikan bahwa pangan lokal bisa tampil modern dan berkelas. Ini bukan sekadar lomba, tapi upaya nyata mengampanyekan ketahanan pangan keluarga.
Kepala Desa Prayungan, Lely Yusliani, menekankan bahwa esensi Hari Kartini di era modern adalah penguatan peran perempuan dalam keluarga.
“Ujung tombak pendidikan putra-putri kita ada pada tangan ibu-ibu sekalian. Bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi yang paling utama adalah penanaman akhlak dan moral,” tegas Lely di hadapan para peserta.
Beliau juga menitipkan pesan strategis agar pengurus PKK, istri perangkat desa, dan anggota BPD perempuan menjadi “jembatan” aspirasi masyarakat. Ruang PKK diharapkan menjadi wadah diskusi aktif untuk memetakan permasalahan warga demi kemajuan pembangunan Desa Prayungan.

Adapun Ketua TP PKK Desa Prayungan, Anna Muzayanah, mengaku bangga atas kekompakan warga. Baginya, hadiah ratusan ribu rupiah dan doorprize hanyalah bonus, sementara tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi. Ia sangat mengapresiasi peserta lomba.
“Kami sangat mengapresiasi panjenengan sedoyo, kami merasa angga luar biasa atas kekompakan dan kreativitas ibu-ibu PKK Desa Prayungan dalam semarak Hari Kartini tahun ini,kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah membuktikan bahwa PKK Desa Prayungan adalah keluarga yang solid,”sambutnya.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri, berikut adalah daftar pemenang Lomba Kreasi Tumpeng Lokal Desa Prayungan 2026
Juara I RT 02 RW 01
Juara II RT 01 RW 01
Juara III RT 02 RW 04
“Kami merasa sangat senang dan bangga. Persiapannya cukup menantang karena harus memakai kebaya sambil menghias tumpeng, tapi suasana kebersamaannya itu yang luar biasa,” ungkap salah satu peserta dengan wajah sumringah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memotivasi perempuan di Desa Prayungan untuk terus menjadi sosok yang aktif, sehat, dan inovatif dalam membangun desa.

Tinggalkan Balasan